BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN
Link
Login Form





Lost Password?
No account yet? Register
PERATURAN
Petunjuk Pelaksanaan
 
Buku Teknologi
 
 
PENGUMUMAN
Kopetisi Inovasi Pelayanan Publik
  1. 1. Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2014 Menpan RB tentang Kompetisi Inovasi  
                Pelayanan Publik  Tahun 2015
  1. 2. Permenpan RB No. 31 Tahun 2014 tentang Pedoman Inovasi Pelayanan Publik
  1. 3. Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun yang dapat diunduh melalui (klik disini)
 

Mengenal Anjab dan ABK dari Diklat
Written by Hari H.   
Tuesday, 06 April 2010

Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pertanian menyelenggarakan Diklat “Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja” pada Tanggal 22 Maret s.d 5 April 2010 (11 hari kerja) di Komplek Tirta, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor. Acara dibuka oleh Kepala Biro Organisasi dan Kepegawain Ir. Winarhadi, MM, dan dihadiri oleh Biro Keuangan dan Perlengkapan, Biro Kerjasama Luar Negeri, Biro Hukum dan Humas, Biro Perencanaan, Pusat Pembiayaan Pertanian, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman, Pusat Data dan Informasi Pertanian, Pusat Perizinan dan Investasi, Biro Organisasi dan Kepegawaian, PPMKP-Ciawi, BBP2TP, dan BB. Penelitian Veteriner-Bogor.

Diklat ini bertujuan: (i) peserta mampu mengoreksi dan menilai Anjab orang lain, apakah cara pengisiannya sudah benar dan sesuai juknis; (ii) peserta mampu melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada unit kerja yang dibawahnya; dan (iii) peserta mampu membaca dan menyimpulkan uraian tugas seseorang yang mempunyai jabatan fungsional umum yang kemudian ditempatkan sesuai claster-claster yang terdapat pada jabatan fungsional umum tersebut. Selanjutnya para peserta ini akan dikader sebagai Tim Analisis Jabatan (Anjab) Kementerian Pertanian.

Dipaparkan bahwa Analisis Jabatan (Anjab) adalah proses, metode dan teknik untuk memperoleh data jabatan, mengolahnya menjadi informasi jabatan dan menyajikannya untuk berbagai kepentingan program kelembagaan, kepegawaian dan ketatalaksanaan maupun pengawasan. Informasi Jabatan yang dihasilkan dari Anjab ini diantaranya : 1) Nama Jabatan; 2) Letak Jabatan; 3) Kode Jabatan; 4) Ringkasan Uraian Jabatan; 5) Rincian Tugas; 6) Bahan Kerja; 7) Perangkat Kerja; 8) Hasil Kerja; 9) Hubungan Jabatan; 10) Tanggung Jawab Jabatan; 11) Wewenang Jabatan; 12) KLK; 13) KRB; 14) Sifat Jabatan; 15) Fungsi Pekerjaan; 16) Syarat Jabatan: pendidikan, kursus/pelatihan, pengalaman, pengetahuan kerja, keterampilan kerja, bakat kerja, minat kerja, temperamen kerja, kondisi fisik; 17) Upaya Fisik.

Kajian di dalam Anjab antara lain: Apa pekerjaannya, Bagaimana mengerjakannya, dan Apa hasilnya. Disini sudah jelas siapa mengerjakan apa dan hasilnya apa. Hasil/output ini pun harus tetap memenuhi standar yang sudah ditentukan seperti tepat waktu, informasinya jelas, cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga hasil/output inilah yang akan dinilai sebagai indikator dari kinerja seseorang, yang akhirnya bermuara ke arah Remunerasi. Nilai esensi yang bisa diambil dari Remunerasi adalah penilaian kinerja pegawai dan penyesuaian sistem penggajiannya.

Analisis Jabatan ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk menganalisis Beban Kerja pada setiap orang, khususnya bagi PNS yang mempunyai jabatan fungsional umum karena nilai yang dihasilkan dari Analisis Beban Kerja ini akan dijadikan dasar untuk pembayaran tunjangan jabatan ybs pada saat remunerasi nantinya. Jika seseorang mempunyai nilai ABK dibawah 0,5 maka jabatan yang disandangnya dianggap tidak ada/hilang, sebagai solusi maka atasan ybs perlu memberikan tugas-tugas tambahan supaya ybs mempunyai nilai ABK yang ideal, karena batas ideal nilai ABK seseorang adalah 1 (satu). Angka 1 memiliki arti, bahwa pada 1 jabatan/pekerjaan tersebut memang bisa dilakukan dan diselesaikan oleh 1 orang secara efektif dengan jam kerja 7,5 jam per hari. Sedangkan bagi PNS yang mempunyai jabatan fungsional khusus dapat dikatakan sudah cukup jelas, karena pada setiap jenjang jabatannya dalam jabatan ini sudah mempunyai angka kredit yang dipersyaratkan dan besarnya tunjangan, sehingga pada saat pelaksanaan remunerasi tinggal disesuaikan.

Analisis Beban Kerja (ABK) merupakan kegiatan mendata waktu penyelesaian pekerjaan pada suatu tingkat performance yang telah ditetapkan, menghitungnya dan menetapkan, serta menyajikan untuk berbagai kepentingan program kelembagaan, kepegawaian dan pengawasan. ABK dilaksanakan dengan tujuan peningkatan produktivitas pegawai melalui penataan PNS (kuantitas dan kualitas pegawai sesuai dengan yang dibutuhkan), serta untuk mengetahui jumlah pegawai yang tepat yang dibutuhkan oleh organisasi. Adapun output dari ABK ini adalah hasil analisa kebutuhan pegawai.

 
Jejak Pendapat
Bagaimana Pendapat anda tentang Website ini?
 
 
Image
 
GANDARIA
 
Highlight
JPPTP
Alsintan
Serba Serbi KRPL
Produk
orasi
UPBS
Agenda Kegiatan
« < November 2014 > »
S M T W T F S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 1 2 3 4 5 6
Jumlah Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1255
mod_vvisit_counterYesterday2654
mod_vvisit_counterThis week15692
mod_vvisit_counterThis month60523
mod_vvisit_counterAll2458329
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian ©2007
Jl. Ragunan 29 Pasar Minggu Jakarta Selatan 12540, Indonesia
Telp. (021) 7806202 Fax. (021) 7800644 e-mail: webadm@litbang.deptan.go.id