14November2018

You are here: Beranda >> Info Teknologi >> Bertanam Sayur di Lahan Pasir? Kenapa Tidak?
bannerslider
bannerslider3

Bertanam Sayur di Lahan Pasir? Kenapa Tidak?

Tentu ada yang tidak serta merta percaya bahwa lahan pasir dapat dimanfaatkan untuk bertanam sayuran. Namun, BPTP Yogyakarta telah menjawab melalui inovasi penggunaan mineral zeolite. Inovasi ini telah diaplikasikan oleh masyarakat di lokasi sekitar Gunung Kidul dan lereng Merapi terutama pasca erupsi lima tahun lalu.

Penggunaan zeolit dapat meningkatkan efisiensi pemupukan, kualitas lahan dan kualitas produk. Penggunaan mineral zeolit di lahan pasir lereng Merapi dapat meningkatkan jumlah unsur K, Ca, Mg, Na, meningkatkan kadar tukar kation (KTK) tanah, dan serapan hara P pada tanaman sayuran. Aplikasi zeolit dilakukan dengan cara batuan tersebut ditumbuk dahulu sampai halus dan lolos ayakan berdiameter 2 mm. Selanjutnya hasil ayakan zeolit dikeringkan di bawah sinar matahari.

Butiran zeolit ditebarkan di lahan pasir secara merata bersamaan dengan pupuk dasar, kemudian ditutup kembali dengan tanah tanah. Pemberian zeolit cukup dilakukan sekali saja per musim tanam. Takaran zeolit untuk tanaman mentimun dan semangka adalah 1.000 kg/ha/musim; bawang merah, bawang putih, bawang daun, wortel, cabai 850 kg/ha/musim; kubis, petsai/sawi, selada 750 kg/ha/musim; kacang panjang, kacang kapri, buncis 600 kg/ha, ditambah pupuk organik (pupuk kandang) sebanyak 3 ton/ha/musim atau 300 kg/1.000 m2 setelah pengolahan tanah.

Tahap berikutnya dilakukan sesuai dengan prosedur budidaya tanaman sayuran pada umumnya, yaitu dengan pemeliharaan dan penambahan pupuk anorganik susulan N dan K sesuai dengan rekomendasi pemupukan tiap-tiap komoditas sayuran.

Aplikasi mineral zeolit di tanah berpasir lereng Merapi, Kabupaten Sleman pada tahun 2011 menunjukkan adanya peningkatan serapan unsur fosfat sebesar 24,5%, KTK tanah sebesar 28,7%, dan kadar alkali tanah sekitar 31,9%. Hal ini mampu meningkatkan produksi cabe dari 4,15 t/ha menjadi 5,84 t/ha/musim dan sayuran buncis dari 15,3 t/ha menjadi 20,4 t/ha/musim.

Informasi lebih lanjut: BPTP DI Yogyakarta

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn