20September2018

You are here: Beranda >> Berita >> Info Aktual >> Perkuat Dukungan Inovasi Pertanian Wilayah Perbatasan, BBP2TP Adakan Sosialisasi Pedum di Papua
bannerslider
bannerslider3

WBK

Berita Terkini

Perkuat Dukungan Inovasi Pertanian Wilayah Perbatasan, BBP2TP Adakan Sosialisasi Pedum di Papua

Sosialisasi Pedoman Umum Dukungan Inovasi Pertanian di Wilayah Perbatasan (DIP-WP) diselenggarakan BBP2TP (Dr. Bachtar Bakrie dan Hari Hermawan, SP, M.Si) di BPTP Papua (3/7/2018) dan di Dinas Pertanian Kabupaten Merauke (4/7/2018).

Sejalan dengan itu, Kementerian Pertanian membentuk Program Pengembangan Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor di Wilayah Perbatasan (LPBE-WP). Membangun wilayah perbatasan menjadi lumbung pangan berorientasi ekspor melalui pengembangan komoditas unggulan yang sinergis dengan industri pengolahan. Upaya ini dimaksudkan untuk meningkatkan produksi pangan di wilayah perbatasan agar mampu mencukupi kebutuhan pangannya sendiri bahkan dapat diekspor ke berbagai negara tetangga dengan semangat “Indonesia Feed the World.

Sebagaimana diketahui keseriusan Pemerintah terhadap wilayah perbatasan sudah sejak lama dikedepankan melalui program keamanan (safety belt approach) dan kini dilanjutkan pada era kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo melalui arah kebijakan yang dituangkan dalam NAWACITA.  Permasalahan  ketimpangan ekonomi di hampir semua wilayah perbatasan coba diurai dan diperkuat melalui pembangunan yang lebih fokus pada peningkatan kemampuan ekonomi penduduk dan pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.

Adanya permasalahan dan kendala yang rumit, utamanya dalam pengembangan pertanian diwilayah perbatasan, seperti halnya: (1) budidaya tanaman belum efisien, (2) komoditas yang diperdagangkan masih dalam bentuk segar dengan kualitas seadanya, (3) penerapan teknologi inovatif tepat guna terbatas, (4) akses terhadap sumber teknologi, sarana produksi dan permodalan masih terbatas, serta (5) kelembagaan dan infrastruktur pertanian belum memadai, yang pada akhirnya mengakibatkan biaya produksi tinggi, daya saing rendah, kualitas produk seadanya, produktivitas dan efisiensi produksi rendah.

Beranjak dari berbagai permasalahan dan kendala tersebut, BBP2TP dan BPTP berupaya mengatasinya dalam koridor Tugas dan Fungsi Badan Litbang Pertanian, dengan memberikan Dukungan Inovasi Pertanian di Wilayah Perbatasan (DIP-WP). Pada pertemuan tersebut dibahas isu-isu krusial terkait dengan upaya mengembangkan lumbung pangan berbasis potensi sumberdaya lokal dan strategis, untuk mencukupi kebutuhan wilayah dan menginisiasi menyentuh pasar ekspor.  Kegiatan sosialisasi di BPTP Papua, resmi dibuka oleh kepala BPTP Papua (Dr. Muhamad Tamrin), dan di Dinas Pertanian Kabupaten Merauke oleh Kepala Dinas Kabupaten Merauke (Edy Santosa, BSc). 

Adapun kegiatan utama DIP-WP dalam pengembangan LPBE-WP pada tahun 2018, meliputi: (1) Fasilitasi penerapan inovasi pertanian, (2) Percepatan diseminasi dan adopsi inovasi pertanian, dan (3) Pendampingan inovasi pertanian.

Yang menjadi catatan penting dalam pertemuan ini, yang perlu diperhatikan dalam pengembangan inovasi, wajib didasarkan pertimbangan: (1) merupakan kebutuhan mayoritas petani, (2) terbukti memberikan keuntungan secara konkrit bagi petani, (3) selaras dengan kondisi wilayah setempat, (4) menjadi solusi bagi permasalahan sosial ekonomi setempat, (5) merupakan bagian dari optimalisasi sumberdaya eksisting, (6) inovasi terjangkau oleh kemampuan ekonomi petani, dan (7) bersifat sederhana, tidak rumit, dan mudah dicoba serta jelas perubahannya dibandingkan dengan cara petani. Supaya berkelanjutan dan menguntungkan petani sebagai aktor utama agribisnis (/HARI)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn