20September2018

You are here: Beranda >> Berita >> Info Aktual >> Kalteng Kembangkan Tanaman Obat Tradisional
bannerslider
bannerslider3

Berita Terkini

Kalteng Kembangkan Tanaman Obat Tradisional

Kalimantan Tengah memiliki luas wilayah 15,38 juta ha atau 7,93% dari luas Indonesia, banyak menyimpan keanekaragaman sumberdaya hayati tanaman obat yang tersebar di daerah-daerah pedalaman dan kawasan hutan Kalimantan Tengah dan merupakan habitat alami tanaman tersebut. Sebagian telah diusahakan oleh masyarakat setempat sebagai tanaman obat tradisional yang diambil dari akar, daun maupun buah, diantaranya  Tabat Barito, Pasak Bumi, Akar Kuning, Bawang Hantu, dan tanaman obat lainnya yang berguna bagi kesehatan manusia. Dalam perkembangan farmasi, tanaman obat merupakan sumber senyawa bioaktif yang berkhasiat mengobati berbagai penyakit.

Guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bersumber dari penggunaan tanaman berkhasiat obat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah  membentuk tim lintas sektoral untuk mengembangkan tanaman obat tradisional tersebut. Tim terdiri dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, BPTP Kalimantan Tengah Badan Litbang Pertanian, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bappeda Provinsi Kalteng, Universitas Palangka Raya, Universitas Muhamadiyah, Komisi Daerah Sumberdaya Genetik (SDG) Kalteng, serta Pusat Studi Obat Tradisional Tropis Kalteng

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng (drg.Yayu Indriaty,Sp.KGA) yang bertugas mengkoordinasikan kegiatan menyatakan bahwa pembentukan tim lintas sektor ini bertujuan untuk membangun jejaring kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak untuk mengembangkan, melestarikan dan monsosialisasikan manfaat berbagai tanaman obat tradisional Kalimantan Tengah.

Sementara itu, BPTP Kalteng sebagai Unit Pelaksana Tugas (UPT) Badan Litbang Pertanian di daerah bersama dengan Bappeda dan Universitas setempat, bertugas dalam mengkoordinir pengembangan dan penelitian tanaman obat melakukan eskplorasi, inventarisasi, identifikasi, adaptasi dan koleksi plasma nutfah tanaman obat.

Menurut Kepala Seksi Kerja sama dan Pelayanan Pengkajian BPTP Kalteng (Dr.Dedy Irwandi) Badan Litbang Pertanian sebanarnya sejak tahun 2003 telah melakukan kajian tentang Pengelolaan SDG Tanaman Obat Spesifik Kalimantan Tengah. Dari hasil eksplorasi plasma nutfah tanaman obat yang dilaksanakan di kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Barito Selatan, Barito Utara dan Kapuas terdapat beberapa yang mempunyai nilai potensial dan telah dimanfaatkan masyarakat, sebagian berbentuk pohon, palem-paleman, perdu dan herba, diantaranya karamunting, pasak bumi, jariangau, ujung atap, daun sawang, bawang dayak, kunyit akar, penawar sampai, penawar seribu, sembung, simpur dan tawas ut. Manfaat tumbuhan tersebut sebagian besar untuk mrngobati penyakit seperti pusing, demam, pilek, sakit gigi, sakit perut penyakit gula, malaria dan obat gosok.

Lebih lanjut dikatakan bahwa mengingat tingginya aktivitas manusia di kawasan hutan yang merupakan habitat tanaman obat Kalteng, maka inventarisasi dan konservasi berupa koleksi tumbuhan perlu dilakukan. Pengembangan dan perbanyakan merupakan kebutuhan mendesak untuk pelestarian plasma nutfah kedepan. Kegiatan ini juga menjadi alternatif yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sebagai salah satu upaya untuk menformulasi, mengolah  dan memproduksi tanaman obat tradisonal menjadi bebagai macam sediaan baik dalam bentuk simplisia, jamu, obat herbal terstandar maupun fitofarmaka.

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn