22October2018

You are here: Beranda >> Berita >> Info Aktual >> BUKAAN SAWAH BARU KEPRI LANJUTKAN GERBRAKAN EKSPOR PERBATASAN MENTERI AMRAN
bannerslider
bannerslider3

Berita Terkini

BUKAAN SAWAH BARU KEPRI LANJUTKAN GERBRAKAN EKSPOR PERBATASAN MENTERI AMRAN

Kementerian Pertanian terus mendorong pembangunan lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan. Hal tersebut dimaksudkan sebagai langkah alternatif dalam meningkatkan kesejahteraan petani yang berada di daerah pinggiran yakni perbatasan, sebagaimana disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di berbagai kesempatan.

Kementerian Pertanian membuat program khusus dan dirancang berbasis kawasan dengan konsep pertanian modern yang didukung oleh inovasi teknologi dan kelembagaan sarana-prasarana produksi, permodalan, serta pengolahan dan pemasaran hasil pertanian melalui pemberdayaan kelompok tani dan kemitraan dengan swasta.  Program dimaksudkan sebagai titik ungkit untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

Kepulauan Riau (Kepri) salah satu provinsi yang berbatasan dengan Singapura.  Kabupaten Lingga salah satunya, memiliki potensi menjadi daerah pengekspor.  Permasalahannya potensi tersebut belum dimanfaatkan secara tepat dan optimal.  Budidaya petani perlu terus didorong dan ditingkatkan melalui optimalisasi lahan, bukaan  lahan baru, dan pengadaan alat mesin pertanian.  Sebagaimana diketahui budidaya padi merupakan hal baru bagi petani setempat.

Melalui program alokasi cetak sawah dari Ditjen PSP dan Bantuan saprodi dari Ditjen Tanaman Pangan (TP) pada tahun 2016, dan mengacu pada pedoman pelaksanaan pengembangan padi Ditjen TP, Dinas Kab Lingga melakukan kordinasi dan meminta rekomendasi dari BPTP Balitbangtan Kepri tentang teknis budidaya padi di Kab. Lingga.  Balitbangtan melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) melaksanakan percontohan sistem produksi komoditas pangan skala luas 283 hektar.

Melalui keterlibatan peneliti dan penyuluh , BPTP Kepri bekerja tidak hanya "sekedar" memberikan rekomendasi tetapi juga hadir dalam pengawalan tentang tata cara budi daya padi dan membantu memberikan solusi setiap masalah yg dihadapi petani pemula.  Hasilnya sangat membanggakan, petani bisa panen dan berlanjut sampai saat ini.  Pendampingan  bagi perbaikan teknik budidaya terus dilakukan diharapkan produktivitas hasil petani bisa meningkat  dari 3.7 ton/ha.

Selain pengawalan budidaya padi di cetak sawah baru, BTP Kepri juga bersiap melakukan pendampingan pengembangan hortikultura pisang  seluas 10.000 hektar (NS/ENW)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn