24May2018

You are here: Beranda >> Berita >> Info Aktual >> “Mengukur Efektivitas Diseminasi Teknologi Pertanian”
bannerslider
bannerslider3

Berita Terkini

“Mengukur Efektivitas Diseminasi Teknologi Pertanian”

Disela-sela implementasi berbagai kegiatan mendukung kinerja Kementan dalam koordinasi hilirisasi inovasi teknologi di 33 Provinsi dan program terbaru #Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) dari Kementan, Kamis (3/5/2018) BB. Pengkajian  melanjutkan kembali tradisi kelembagaan pengkajian yaitu dilaksanakannya Seminar Rutin.  Seminar dilaksanakan sebagai media untuk penyebarluasan dan sharing pengetahuan terkait rencana maupun hasil pengkajian teknologi pertanian Seminar kali ini mengambil tema “Mengukur Efektifitas Diseminasi Teknologi Pertanian”.

Berkenan membuka acara Seminar Rutin ini adalah Kepala Bidang Program dan Evaluasi BB. Pengkajian, Dr. Sudi Mardianto.  Seminar dihadiri para peneliti, penyuluh dan Pranata Humas BB. Pengkajian. 
“Tema seminar kali ini terkait dengan mandat BBP2TP sebagai Unit Kerja yang melaksanakan kegiatan adopsi teknologi”, ujar Sudi Mardianto.

Dalam arahannya, Kabid PE juga mengulas apa dan bagaimana program bekerja, dimana  sasarannya antara lain bantuan ayam KUB sebanyak 50 ekor per Kepala Keluarga sebagai target program jangka menengah dan pembagian bibit buah bernilai ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di desa-desa stunting dalam jangka panjang.

Dua pemateri yang dihadirkan dalam seminar ini antara lain Ir. Agus Muharam, MS yang menyampaikan materi berjudul Lesson Learned Diseminasi Teknologi Pertanian dalam Model Sistem Usaha Pertanian Inovatif.  Selain itu Konsep Adopsi dan Metode Pengukurannya dalam Kegiatan Diseminasi Teknologi Pertanian disampaikan oleh pemateri kedua, Dr. Lira Mailena.

“Model Sistem Usaha Pertanian ini memiliki Empat Pilar, yaitu Penciri, Entry Point, Basis Teknologi, serta Adoptif dan Keberlanjutan,” jelas Agus Muharam. Kegiatan SUP merupakan kegiatan lanjutan, luas yang semula 7 hektar (2017) menjadi 17 hektar (2018), sedangkan komoditasnya berupa sayuran pada agroekosistem dataran rendah. Lesson learned dari kegiatan SUP Cilayang adalah (1) Teknologi pengelolaan  air (pompanisasi, pipanisasi, penampungan air), (2) Teknologi pengelolaan  air (pompanisasi, pipanisasi, penampungan air), (3) Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan melalui bimtek dan field trip/kunjungan lapang, dan (4) Pendampingan penerapan inovasi kelembagaan poktan.

Selanjutnya Dr. Lira mengulas dampak dari kegiatan Konsep Adopsi dan Metode Pengukurannya dalam Kegiatan Diseminasi Teknologi Pertanian adalah meningkatnya efektivitas inovasi teknologi pertanian dalam peningkatan efisiensi produksi dan nilai tambah. Selain itu, disampaikan manfaat dari kegiatan tersebut sebagai penyempurnaan teknologi unggulan Balitbangtan sesuai kebutuhan pengguna, dan Penyempurnaan sistem penciptaan dan diseminasi teknologi unggulan Balitbangtan. (nap)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn