21April2018

You are here: Beranda >> Berita >> Info Aktual >> KEMENTAN Alokasikan 1000 Alat Pengering Pasca Panen, 10 Juta Ayam Bagi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pertanian
bannerslider
bannerslider3

Berita Terkini

KEMENTAN Alokasikan 1000 Alat Pengering Pasca Panen, 10 Juta Ayam Bagi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pertanian

Kementerian Pertanian Luncurkan Gerakan Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pertanian melalui #Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera).  Gerakan ini ditargetkan dapat mengentaskan kemiskinan sebesar satu digit dari posisi saat ini, sesuai target nasional untuk menurunkan angka kemiskinan dibawah 10 persen tahun 2018. Sebagai percontohan, rencananya Kementan akan melakukan kick off pada 23 April 2018 di Cianjur.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan program pengentasan kemiskinan berbasis pertanian tersebut dapat menjadi solusi permanen menyasar jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, serta menjangkau 1.000 desa di 100 kabupaten.

“Untuk jangka pendek, tanaman sayuran dan holtikultura bisa menjadi solusi karena tiga bulan sudah bisa panen. Untuk jangka menengah kita berikan ayam dan kambing, karena ayam misalnya sudah bisa bertelur di enam bulan. Sementara untuk jangka panjang tanaman keras seperti mangga, salak dan lain-lain,” kata Amran pada konfresnsi pers di Hotel Mulia, Jakarta (15/04).

Secara khusus, Amran menargetkan setiap rumah tangga akan menerima bantuan berupa 50 ekor ayam. “Kita buatkan kandangnya, lanhsung kita masukan ayamnya. Jd mereka terima jadi, tingal pelihara. Ada biayanya buat pakan selama enam bulan sampai bisa produktif,” ujar Amran.

Terkait konsep distribusi bantuan, Amran juga memperhatikan konsistensi antara perencanaan di tingkat nasional, tingkat provinsi, hingga tingkat kabupaten. Untuk itu, Kementerian Pertanian perlu memperhatikan agro-climate, kultur tanaman, serta keunggulan komparatif yang dimiliki oleh setiap daerah. 

“Satu kawasan misalnya, disitu budaya tanam mangga, kita tanam satu kawasan untuk menopan satu skala industri. Manjadi klaster ekonomi yang fokus. Atau lampung misalnya punya keunggulan komparatif untuk komoditas nenas dan pisang. Fokus tanam sekitar wilayah sasaran tersebut harus terkait dengan komoditas unggulan tersebut,” jelas Amran.

Selain bantuan di atas,  Kementan juga mengalokasi 1000 dryer atau alat pengering pasca panen yang ditujukan distribusinya bagi sasaran yang benar-benar membutuhkan,  yaitu petani miskin.  Hal ini dimaksudkan agar kualitas hasil panen petani terjaga hingga bisa diserap pasar dengan harga yang memuaskan petani.

Untuk memastikan program tersebut bisa tepat sasaran, Kementerian Pertanian akan langsung turun ke lapangan untuk penerapannya. Berdasarkan data Kementerian Sosial, sasaran program tersebut bahkan bisa menjangkau langsung ke sasaran, berdasarkan nama dan alamat. “Kita punya tim, kami yang langsung kawal. Datang di lapangan, melihat lansgung. Ini 16 juta ada nama dan alamatnya,” tegas Amran.

Ada delapan wilayah yang menjadi fokus gerakan pengentasan kemiskinan berbasis pertanian ini, antara lain Beberapa Provinsi di Pulau Jawa, Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Kalimantan Selelatan, dan Provinsi Lampung. Untuk itu, selain merangkul Pemerintah Daerah, Kementan juga bersinergi dengan Kemnesos, Kementerian BUMN, Kementerian Desa, Transmigrasi, dan Daerah Tertinggal,  BKKBN dan Kementerian/Lembaga terkait lainnya (sumber: Biro Humas,  Kementan)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn