24May2018

You are here: Beranda >> Berita >> Info Aktual >> UNTUK PETANI, KEMENTAN PANTAU HARGA HARIAN, TERJUN DAN BENTUK TIM SERAP GABAH
bannerslider
bannerslider3

Berita Terkini

UNTUK PETANI, KEMENTAN PANTAU HARGA HARIAN, TERJUN DAN BENTUK TIM SERAP GABAH

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hari ini, Selasa (6/2) menggelar panen raya padi pada hamparan 300  hektare dari hamparan 764 hektare di Desa Mancagahar, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.  Turut hadir Wagub Jabar (Dedi Mizwar), Kasdam III siliwangi (Yosua Pandit Sembiring), Bupati Garut (H. Rudi Gunawan, SH. MH. MP), PJ Upsus Jawa Barat, Dir. PIHC,  dir. SHS, Ka Satgas Pangan, Dirut Bulog, KPPU,  serta kepala UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian.

"Alhamdulillah kita panen di Jawa Barat. Rencana total panen di Jawa Barat 230.000 ha di bulan Februari. Kita melihat produksi total 1,6 juta ton gabah. Kalau beras, berarti 800 ribu ton, hanya bulan Februari," ujar Mentan pada kesempatan wawancaranya. konsumsi beras per bulan Jawa Barat sebesar 330 ribu ton beras, berarti Jawa Barat saat ini mengalami surplus hingga 50 persen dan Maret diperkirakan surplus mencapai sekira 600 ton,” yakin Mentan.

Terjunnya Mentan hari ini untuk menyikapi tren harga gabah yang terus turun di berbagai sentra produksi padi akibat pasokan gabah yang mulai meningkat saat panen raya dan musim penghujan.  Kementerian Pertanian RI bersinergi dengan Bulog, TNI, Bank BRI dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dengan membentuk Tim Serap Gabah (Sergab) dan terjun ke berbagai wilayah guna menyerap beras petani.  “Serap Gabah ini agar petani, selaku ujung tombak produksi, tidak mengalami kerugian,” ungkap Mentan.

Di Pamengpeuk ini telah terjadi penurunan harga gabah di tingkat petani (GKP) sebesar Rp 700 per kilogram menjadi Rp. 4.500/kg.  Penurunan harga secara drastis itu terjadi di Suka Bumi yang menyentuh Rp 3.800 perkilogram.

Tingkat produktivitas padi mencapai sekitar 7.4 ton/ha GKP atau 6.9 GKG yang didominasi varietas Mekongga dan Ciherang.

Di akhir pengarahannya, Pak Mentan mengajak para penyuluh untuk terus bekerja sebagai ujung tombak pertanian. Berbagai informasi teknologi, bantuan benih, alsintan, dsb perlu disampaikan kepada para petani (ENW sumber: BPTP Jabar)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn