18January2018

You are here: Beranda >> Berita >> Info Aktual >> JARWO, IRIGASI DAN PENYULUHAN TINGKATKAN PRODUKSI PADI BANTEN
bannerslider
bannerslider3

Berita Terkini

JARWO, IRIGASI DAN PENYULUHAN TINGKATKAN PRODUKSI PADI BANTEN

Panen hari ini (Rabu, 6/1/2018) masih berlangsung di beberapa wilayah di Provinsi Banten.  Dua titik panen yang diikuti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Banten hari ini adalah panen di Kabupaten Lebak dan di Kabupaten Serang.

Salah satu titik panen di Kab. Lebak hari ini berlangsung di Desa Banjarsari Kec. Warung Gunung, tepatnya di Poktan Bojong Neros. 

Luas hamparan sawah di Kecamatan Warunggunung adalah 1.794 ha yang dikelola oleh 73 Poktan dengan total petani 3.362 orang.  Selama Bulan Desember 2017, luas panen di Kec. Warunggunung mencapai 203 ha, dan khusus Desa Banjarsari adalah seluas 87 ha. Produktivitas yang dihasilkan rata-rata sebesar 6.4 ton/ha. 

Panen hari ini di Poktan Bojong Neros dihadiri Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP),  Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, dan  Kepala Dinas Pertanian Kab. Lebak, Dede Supriatna, SST  beserta perwakilan BPTP Balitbangtan Banten, Penyuluh, Babinsa, dan Petani anggota Poktan.

Poktan Bojong Neros cukup berbangga dengan setiap hasil panen yang diperolehnya.  Sejak tahun 2008, Poktan ini sudah menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo (Jarwo) 4.1 dan hasilnya cukup memuaskan petani. Diakui petani, sejak penggunaan Jarwo, produktivitas padi meningkat sebesar 25 persen.

Dukungan inovasi teknologi seperti penggunaan Jarwo dan irigasi serta penggunaan benih bermutu, pemupukan berimbang dan dukungan penggunaan alat-alat dan mesin pertanian menjadi kunci keberhasilan panen di Banten, ungkap Haris.  “Seluruh hal tersebut didiseminasikan kepada petani melalui kegiatan penyuluhan.”

“Dengan adanya irigasi,  petani di lokasi ini dapat melakukan penanaman selama 5 kali dalam dua tahun,” lanjut Haris.

"Memupuknya gampang, lebih irit, benih juga irit, tenaga kerja yang digunakan sedikit, mudah penyiangan, dan mudah dipanen dan terutama terjadi peningkatan produksi" ujar Uum, anggota Poktan Bojong Neros.   yang disampaikan petani saat ditanya keunggulan penggunaan Sistem Tanam Jarwo.  Penyuluh sangat memiliki andil dalam penyebarluasan penerapan sistem tanam tersebut di lokasi ini seperti yang diakui oleh anggota Poktan Bojong Neros.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, petani akan melakukan pergiliran varietas mulai musim tanam untuk tahun ini dengan menggunakan Varietas Inpari 32.

Haris menambahkan Inpari 32 adalah salah satu Varietas Unggul Baru (VUB) yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian - Kementerian Pertanian dengan sifat-sifat unggul antara lain rasa nasi pulen, tahan terhadap penyakit Hawar daun bakteri, tahan terhadap blas, dan agak tahan terhadap Tungro.

Panen Banten hari ini juga dilaksanakan di Kec. Ciruas, Blok Harapan Jaya Desa Bumijaya pada luas hamparan 95 ha. Panen ini dihadiri oleh Kepala BPTP Balitbangtan Banten, Camat Ciruas, Danramil, dan para anggota kelompok tani. Hasil yang dicapai rata-rata 6-6.5 ton/ha Varietas Ciherang. Panen di lokasi ini masih akan terus berlangsung hingga pertengahan Januari. 

Ciruas merupakan salah satu lumbung padi di Kabupaten Serang yang diandalkan.  Luas lahan sawah total di wilayah ini adalah 2.346 ha yang meliputi 15 desa dengan 82 kelompok tani.  Sejak 3 tahun terakhir, 7 desa di wilayah ini telah berhasil mencapai IP padi 300 yaitu Desa Gosara 86 ha, Kadikaran 144 ha, Bumijaya 121 ha, Singamerta 159 ha, beberan 212 ha, Pulo 185 ha dan Ranjeng 45 ha. Rata-rata sumbangan produksi dalam setahun dari 7 desa tersebut adalah 14.975,83 ton. 

Senyum petani merekah dengan harga jual gabah menembus harga Rp. 5000,- per kg GKP. Hal ini akan mendorong semangat petani untuk terus meningkatkan produksi padinya melalui perbaikan teknologi.  Oleh karena itu, pada kesempatan tersebut petani menyatakan ketidakrelaannya jika pemerintah melakukan import beras yg akan berakibat pada rendahnya harga jual beras petani. Dengan demikian harapan petani kian sejahtera dapat tercapai. (ENW)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn