20September2018

You are here: Beranda >> Berita >> Info Aktual >> PASOKAN GABAH TERUS MENGALIR, HARI LIBUR KEMENTAN DAMPINGI 50 TITIK PANEN DI SELURUH INDONESIA
bannerslider
bannerslider3

Berita Terkini

PASOKAN GABAH TERUS MENGALIR, HARI LIBUR KEMENTAN DAMPINGI 50 TITIK PANEN DI SELURUH INDONESIA

Sampai minggu (7/01/2018) panen masih terus berlangsung dan pasokan gabah masih terus mengalir dari seluruh penjuru nusantara. Setidaknya Kementan bersama berbagai instansi  seperti Dinas Pertanian Prov/Kab., Kodim, Babinsa dan instansi terkait lainnya mendampingi 50 titik dari Sumatera hingga Sulawesi pelakasanaan panen bersama tersebut..

Pendampingan panen di pulau Sumatera seperti Babel dilaksanakan di Kab Bangka, sedangkan Riau berlangsung di Kab. Kampar.  Untuk Sumatera Selatan, 5 lokasi panen menjadi titik yang didampingi antara lain di Kab. Musirawas dan Kab. Banyuasin. 

Untuk sentra padi Pulau Jawa, panen bersama dilakukan di Banten, Jatim dan Jateng.  Panen Banten berlangsung di Kab. Tangerang dan Pandeglang. Kepala BBP2TP, Dr. Haris Syahbuddin berkesempatan melaksanakan safari panen Banten selama 3 hari berturut-turut di Propinsi tersebut. 

Di Jawa Tengah tedapat 14 titik yang tersebar di Kab. Tegal, Pemalang, Purbalingga, Temanggung,, Semarang, Salatiga, Magelang, dan Klaten.  Sedangkan di Jatim panen bersama dilaksanakan di 17 titik terpisah, diantaranya Kab. Sidoarjo, Kab. Kediri, Kab. Trenggalek, dan Kab. Tuban.

Pulau Bali tak kalah masih terus melakukan panen raya pada 4 titik terpisah di Kab. Subak.  Begitu juga dengan Kalimantan Timur, tepatnya di Samarinda juga turut merayakan panen bersama.  Empat propinsi di Sulawesi terpantau juga melakukan panen, yakni Sulbar, Gorontalo, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data yang dirilis Kementan panen di musim paceklik kali ini masih ada 1 juta hektare lahan padi yang akan dipanen secara nasional pada Januari 2018 ini.   Data lain menunjukkan bahwa di tataran nasional, berkat Program Upaya Khusus (Upsus) ini luas tambah tanam pada bulan Desember 2017 meningkat menjadi 1,1 juta hektare. Dengan demikian 6 juta gabah kering giling dapat diproduksi, artinya 3 juta ton beras tersedia, sedangkan kebutuhannya 2,6 juta ton sehingga produksinya surplus.  Dalam tiga tahun ini Indonesia tidak lagi impor beras. Program Upsus Pajale mengawal ketat  capaian swasembada pangan di Indonesia.  Hal inimenjadi bukti bahwa keberhasilan swasembada pangan tersebut telah kita rasakan.

Kepala BBP2TP menegaskan panen yang tidak putus selama Desember sampai hari ini mengisyaratkan bahwa stok pangan aman. “Ini membuktikan bahwa impor (beras) tidak perlu ada, kita beri kesempatan petani menikmati harga yang bagus pada musim kali ini,” tambah Haris.

Contoh saja Ibu Alwiyah,  Petani Desa Buaran Jati, Kec. Sukadiri, Kab. Tangerang, yang merasa sangat senang karena hasil panennya maksimal dan harga yang diterima mencapai 5000 /kg GKP.

Sebagaimana informasi, gerakan pemantauan panen merupakan instruksi Bapak Menteri Pertanian RI sebagai  upaya mengontrol stok pangan nasional dan mengatasi masa paceklik yang biasa terjadi di bulan Nopember -Januari.  Hal ini menjadi komitmen Kementan untuk terus mengawal Swasembada pangan yang berkelanjutan.  Musim tanam kali ini dipercepat di bulan Agustus/September,  untuk mengoptimalkan sesegera mungkin ketersediaan air, khususnya untuk sawah tadah hujan. 

Badan Litbang Pertanian melalui Balai pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP) di 33 Provinsi turut mengawal ketat berlangsungnya panen raya nasional dalam satu bulan terakhir. Untuk mengantisipasi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Kementan melalui Balitbangtan menyediakan VUB padi yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan preferensi petani. Di beberapa tempat Ditjen Tanaman Pangan juga membangun Demonstrasi Area (Demarea) untuk memberikan contoh kepada petani cara membudidayakan padi sehat dan bebas hama. Salah satu contoh yang dibangun menggunakan teknologi Badan Litbang Pertanian berupa budidaya Jarwo Super dan benih Inpari 33. (ENW)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn