21January2019

You are here: Beranda >> Berita >> Info Aktual >> Tim Upsus BBP2TP adakah Rakor Upsus Bersama Stakehoders di Bengkulu
bannerslider
bannerslider3

Berita Terkini

Tim Upsus BBP2TP adakah Rakor Upsus Bersama Stakehoders di Bengkulu

Gerak cepat, itu yang dilakukan oleh Tim UPSUS PAJALE BPTP Balitbangtan Bengkulu mendukung salah satu program Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dengan melaksanaan Rapat Koordinasi UPSUS PAJALE pada hari Kamis (3/01/2019) di BPTP Balitbangtan Bengkulu, yang bertujuan untuk (1) mengevaluasi capaian LTT periode Januari-Desember 2018, (2) mengkoordinasikan percepatan LTT berdasarkan lahan baku yang baru, dan (3) Langkah-langkah pencapaian LTT di tahun 2019.

Materi penting yang dibahas, antara lain (1) Evaluasi capaian LTT Provinsi Bengkulu oleh PJ UPSUS PAJALE Provinsi Bengkulu, (2) Program Distan Provinsi Bengkulu mendukung Percepatan LTT (Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu), (3) Sinkronisasi Jadwal Tanam dan Perbaikan Irigasi (Balai Wilayah Sungai Sumatera VII) dan (4) Informasi Prediksi Iklim dan Mitigasi Perubahan Iklim di Provinsi Bengkulu (BMKG Provinsi Bengkulu). Rakor dihadiri oleh 60 orang peserta yang terdiri dari Kepala Dinas, Kabid Tanaman Pangan dan Petugas LTT dari Dinas Pertanian Kab/Kota se-Provinsi Bengkulu, PJ UPSUS Kabupaten, BPTP Balitbangtan Bengkulu, dan perwakian TNI dari Korem dan Kodim.

PJ UPSUS PAJALE (Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA) menyampaikan bahwa capaian LTT padi Provinsi Bengkulu periode Januari-Desember 2018 sebesar 199.834 Ha atau 96,28% dari total target 207.559 Ha, dan capaian Desember 2018 sebesar 23.584 Ha atau 98,2% dari target 24.021 Ha.

Dinas TPHP Provinsi Bengkulu (Sri Herlin Despita, S.Pt) menyampaikan pada tahun 2019 melakukan program perluasan areal tanam padi gogo seluas 15.000 ha, jagung hibrida 10.000 ha, pengadaan APPO sebanyak 8 unit dan power thresser 70 unit. Data CPCL dan administrasi pendukung terkait bantuan tersebut harus sudah diterima pada Minggu I-II Januari 2019.

BWSS VII (Ahmad Sulaiman) menyampaikan rehabilitasi irigasi baru akan dimulai paling cepat setelah bulan April 2019, sehingga dipastikan tidak ada rehabilitasi irigasi seelama periode Januari-Maret 2019. BMKG memprediksi curah hujan Provinsi Bengkulu berpeluang lebat (> 300 mm) terjadi pada Januari-Mei 2019, jumlah hujan <150 mm berada pada bulan Juni-Agustus 2019. Wilayah yang mempunyai peluang hujan tertinggi sebagian wilayah Mukomuko, Bengkulu Utara dan Lebong bagian Utara.

Pada akhir penutupan Rakor, disepakati target LTT padi periode Januari 2019 sebesar 18.025 Ha. Tindak lanjut dari Rakor ini;
(1) Setiap Kab harus membentuk Brigade proteksi (POPT, Dokter hewan, penyuluh, petani). (2) Permintaan penambahan bantuan benih jagung dan padi sawah dan Gogo masih dimungkinkan, oleh karena itu agar masing2 Kab menindaklanjuti dengan menyusun CPCL secepatnya. (3) Untuk sikronisasi optimalisasi dan perbaikan jaringan irigasi mendukung peningkatan LT dan produksi, akan diadakan pertemuan antar Distan, BWS VII, Dinas Pengairan Prov dan Kab pada akhir Januari (BPTP Bengkulu)

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn