22October2018

You are here: Beranda >> Berita >> Info Aktual >> Rapat Koordinasi, Percepat Pembangunan Perbatasan di Sambas
bannerslider
bannerslider3

Berita Terkini

Rapat Koordinasi, Percepat Pembangunan Perbatasan di Sambas

Wilayah-wilayah perbatasan acapkali berkelindan dengan ketertinggalan pembangunan infrastruktur, pertanian, kelembagaan hingga sumberdaya manusia. Sejalan dengan semangat NAWACITA yang didengungkan pemerintah, banyak kawasan perbatasan yang menjadi wilayah garda terdepan dari Republik Indonesia mulai menggeliat pembangunannya. Tak ketinggalan, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, juga berpartisipasi aktif dalam upaya pencapaian target-target pembangunan di perbatasan, utamanya dalam mewujudkan kawasan perbatasan sebagai Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor (LPBE). Pengejawantahan peran aktif tersebut antara lain melalui kegiatan Blok Program Penelitian dan Pengembangan Pertanian Wilayah Perbatasan.

Sebagai upaya percepatan kegiatan Blok Program, rapat koordinasi dan sinkronisasi kegiatan dilakukan. Bertempat di Kantor Bappeda, Kabupaten Sambas, rapat diselenggarakan pada Hari Rabu tanggal 10 Oktober 2018 yang dibuka oleh Bupati Kabupaten Sambas. Kepala BB Pengkajian, Dr. Haris Syahbuddin, DEA, turut hadir memaparkan materi dukungan inovasi pertanian dan tak kurang 40 orang peserta dari berbagai instansi termasuk Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, dan dinas-dinas wilayah Sambas seperti Bappeda, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas PUPR, Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan, Danramil, Camat Kecamatan Tebas, Gapoktan Kecamatan Tebas, BPP, PPL serta Unit Kerja Lingkup Badan Litbang Pertanian (BBP2TP, BB Mektan, BB Padi, Puslitbanghorti, BPTP Kalbar, Balittra) juga hadir dalam rapat ini.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc menyambut baik kegiatan blok program dan acara rapat koordinasi. “Dengan peresmian pos lintas batas antar negara pada Bulan Maret 2017 menjadikan Kabupaten Sambas garda terdepan Republik Indonesia yang sangat strategis, yang ditunjukkan dengan banyaknya perhatian petinggi-petinggi republik ini ke Kabupaten Sambas.” “Menteri Pertanian dengan program Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor (LPBE) perlu didukung dalam rangka mengukir prestasi-prestasi pertanian khususnya dalam upaya mengekspor hasil-hasil pertanian dari Kabupaten Sambas. Hasil rakor diharapkan ada kerjasama yang sangat baik dan dengan kegiatan-kegiatan yang tepat dalam menjawab tantangan untuk mengekspor hasil-hasil pertanian ke negara tetangga,” imbuhnya. Lebih lanjut, dalam sambutannya, Bupati juga menyatakan pentingnya Kementerian Pertanian untuk terus berkomunikasi secara aktif dengan dinas-dinas terkait dan petani, sedangkan dinas-dinas terkait perlu menerjemahkan arahan ini secara baik. Kabupaten Sambas sendiri telah menyiapkan sekitar 1.500 ha di Desa Tebas Sungai dan sekitarnya, untuk menyukseskan program ekspor dan dukungan program LPBE.

Dr. Haris Syahbuddin, DEA dalam paparannya, menekankan pentingnya partisipasi dan sinkronisasi berbagai stakeholder terkait karena pengembangan perbatasan tidak dapat dikerjakan hanya oleh satu sektor saja. Selain itu pembangunan perbatasan harus menyentuh sub sistem hulu – hilir. Menurut Kepala BB Pengkajian ini, “Kementerian Pertanian mengembangkan kawasan perbatasan dengan tujuan mengembangkan lumbung pangan berorientasi ekspor.” “Ada banyak strategi yang diterapkan untuk mewujudkan upaya tersebut dan sudah banyak contoh-contoh keberhasilan di berbagai wilayah perbatasan yang dapat dilihat,” tambahnya. Seperti penguatan kelembagaan ekonomi petani (KEP) berbasis kawasan dan peluncuran ekspor beras premium ke Malaysia dari Kabupaten Sanggau, ekspor bawang merah dari NTT ke Timor Leste, dan launching ekspor beras dari Papua ke Papua Nugini. Di akhir paparannya, Dr. Haris menekankan krusialnya peran dan dukungan Pemda, mulai dari menggerakkan partisipasi stakeholder di daerah, memfasilitasi investasi swasta dan eksportir, pengembangan infrastruktur, mendorong inisiasi ekspor komoditas sampai mengkoordinasikan institusi-institusi terkait di daerah.

Share this post

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn